Perawatan Kolostomi

Perawatan kolostomi biasanya dilakukan oleh perawat pada saat pasien kolostomi tersebut di rumah sakit. Namun, perawatan kolostomi harus dapat dilakukan mandiri oleh pasien kolostomi atau pun dengan dibantu oleh keluarga pasien. pada pasien kolostomi, dungsi dari kolostomi itu sendiri akan berjalan atau terlihat hasilnya pada hari ke 3 sampai dengan ke 6 setelah operasi. Perawat melakukan perawatan terhadap kolostomi sampai pasien dapat melakukannya sendiri. Pada saat perawat melakukan perawatan kulit, maka pasien kolostomi pun perlu mengetahui cara perawatan kulit dan bagaimana cara memasang kantong kolostomi dan melakukan irigasi.


Perawatan Kolostomi
kantong kolostomi


Cara Perawatan Kolostomi 

Perawatan kulit pada pasien kolostomi harus sesuai dengan tipe ostominya, pada kolostomi yang dibuat transversal biasanya ada feses yang bertekstur lukak serta berlendr yang bisa membuat iritasi pada kulit. Sedangkan pada kolostomi yang dibuat desenden atau kolostomi sigmoid terdapat feses dengan tekstur agak padat dan juga dapat mengiritasi kulit. Maka dari itu kulit dapat dicuci dengan menggunakan sabun agar dapat melindungi peristoma dari iritasi. Selain itu dapat pula dilakukan dengan memberikan barrier disekitar stoma serta mengamankannya dengan cara meletakkan kantong drainase. Kulit tersebut dapat dibersihkan dengan menggunakan sabun kulit dan washlap yang lembut secara perlahan digosok. Sabun yang diberikan bermanfaat untuk dapat mencegah terjadinya residu akibat enzim dan dari kototran feses yang tersisa. Pada saat melakukan pembersihan kulit, maka stoma di tutup dengan menggunakan kassa.

Selain perawatan kulit, perawatan kolostomi selanjutnya ialah memasang kantong kolostomi. pemasangan kantong kolostomi dilakukan dengan cara pertama-tama mengukur stoma guna memilih ukuran kantong kolostomi yang sesuai. Kemudian lubang pada kantong harus berukuran 0,3 cm lebih besar dari ukuran stoma. sebelum kantong dipasang, kulit dibersihkan dan barrier dari kulit peristoma dipasang terlebih dahulu. Setelah itu barulah kantong kolostomi dipasang dengan cara membuka kertas yang ada pada kantong kolostomi. kertas tersebut merupakan kertas yang menutupi perekat kantong kolostomi. setelah kertas dibuka maka tekan atau rekatkan kantong diatas stoma. namun sebelumnya bila perlu lakukan irigasi kulit dengan cara memberikan bedak stomahesive di sekitar stoma sebelum kantong direkatkan.

Yang termasuk ke dalam perawatan kolostomi lainnya ialah melakukan pengangkatan alat drainase. Biasanya drainase ini diangkat apabila feses dalam kantong telah mencapai sepertiga atau seperempat kantong. Pada keadaan inilah kantong haru segera diangkat karena agar tidak membuat kantong terlepas sendiri dari stoma yang dapat menyebabkan kantong pecah oleh karena terjatuh. Pada saat dilakukannya pengangkatan drainase. Pasien dapat diposisikan didik atau berdiri. Pilih posisi yang membuat pasien merasa nyaman. Pengangkatan drainase dilakukan dengan cara secara perlahan mendorong kulit untuk menjauh dari piringan kantong sambil menarik kantong ke arah atas dan menjauhi stoma. kemudian tekan secara perlahan agar mencegah kulit terhindar dari trauma serta terhindar dari adanya feses yang tercecer.

Setelah itu barulah melakukan irigasi kolostomi. Irigasi kolostomi merupakan tahap terakhir dari perawatan kolostomi. Irigasi kolostomi ini dilakukan sengan tujuan agar kolon bersih dari mukus, gas, dan feses. Selain itu hal ini juga dapat membuat pasien merasa tenang dan nyaman untuk menjalankan interaksi sosial seperti bisnis tanpa adanya khawatir terjadinya drainase feses. Irirgasi kolostomi ini sebaiknya dilakukan secara teratur. Agar gas dan feses lainnya tidak terlalu banyak untuk diirigasi. Sehingga kolon bersih dari mukus, gas dan feses yang tersisa.






oleh : Bidan Rina

Sumber :

  • Buku Ilmu Keperawatan Medikal Bedah




Terima kasih untuk Like/comment FB :